Oleh: arawinda | Desember 11, 2008

Wanita Bercadar

Matahari masih malu-malu mengintip dari balik mega yang agak mendung kala seorang lelaki meringkuk di kasur tipisnya di kamar kosannya, kumuh, berantakan, penuh kertas berserakan dan HP di dekat buku-buku yang bertumpuk.

Jam dinding ibu kosnya bernyanyi, tujuh kali. Ia tersadar ketika sebuah pesan masuk ke HP-nya.

“Wah! Aku telat lagi!” teriaknya sambil bangkit menuju kamar mandi di luar kamar. Depan pintu kamar mandi, banyak penghuni kosannya sudah mengantre.

“Bal! Gak kerja?” tanya salah seorang kawannya yang juga mengantre.

“Telat lagi nih…”

“Ngapain aja? Begadang?”

“Tau nih. Udah seminggu insomnia!”

“Halah, mikirin gue ya?” lelaki yang menyampirkan handuk di pundaknya itu menjawil lengan Iqbal. Iqbal balas meninju kawannya.

Tak lama kemudian, Iqbal sendiri karena Jo kawannya itu segera masuk ke kamar mandi.

***

“Kamu telat lagi!” bentak pemimpin redaksi tempatnya bekerja ketika Iqbal masuk ke ruang kerjanya.

Iqbal nyengir. Sudah lama pekerjaannya tak lagi terasa menyenangkan. Sejak… yah, sejak itulah! Sejak Ar pergi meninggalkannya. Lebih tepatnya meninggalkan pekerjaannya. Entah ada di mana Ar sekarang.

“Bal, kamu dimutasi.” kata Pemrednya tak lama kemudian. “Besok siap-siap.”

“Mutasi? Ke mana?”

“Jogja.”

“mmmm….”

“Ok.”

Iqbal tak menjawab. Ia tak lagi punya semangat kerja. Yang ia pikirkan sekarang hanyalah bagaimana bisa lepas dari kepenatannya.

Beberapa hari kemudian ia bertolak ke Jogja. Memulai kerja di tempat baru. Ada harapan besar dalam dirinya sejak beberapa minggu lalu, ia akan menemukan Arnalia. Ar yang sudah lama pergi. Ar yang sebenarnya ada di Solo.

“Solo dan Jogja tak berapa jauh…”

Maka mulailah ia mencari dan mencari keberadaan Ar. Di mana tempatnya tinggal, Iqbal berbekal alamat yang diberikan oleh bagian personalia di kantor lamanya. HP Ar sudah tak lagi aktif.

Teringat pada wanita cantik yang ditemuinya saat meliput unjuk rasa di DPRD. Wanita bernama Ayudya adalah salah seorang peserta aksi, menurut Iqbal, sangat cantik. Tak disangka, kata-kata itu membuat Ar pergi.

“Apa Ar cemburu? Ah, rasanya tidak!”

***

Kini Iqbal berdiri di stasiun Tugu. Ia akan menuju Balapan, mencari jejak keberadaan Ar. Entah di mana gadis itu berada. Telah dihitungnya, delapan belas minggu tak lagi berada di sampingnya. Delapan belas minggu tak ada tegur sapa dari Ar. Dan wanita cantik itu, pesonanya menguap begitu saja. Rupanya, Ar telah jauh menjadi wanita cantik bagi Iqbal.

“Hhhhh….”

Keretanya datang. Ia masuk ke Pramek pagi itu. Kereta bisnis tujuan Solo Balapan. Bahkan mandi pun Iqbal tak sempat. Sarapan apalagi. Demi Ar? Iqbal tak begitu yakin. Ia hanya ingin mencari tahu kabar Ar. Apa yang sebenarnya menjadi masalah bagi wanita yang pendiam itu. Wanita yang tak memakai penutup kepala seperti halnya Ayudya.

Malam-malam dilaluinya dengan terjaga. Ia terserang insomnia terlalu lama. Tak dapat lagi dihitungnya berapa detik yang terlewat tanpa kata. Hanya diam.

Beberapa penumpang masuk dan menempati kursinya. Ada yang sibuk membaca buku. Ada yang ngobrol dengan orang di sampingnya. Ada yang tidur. Iqbal yang tak mengerti percakapan mereka dalam bahasa Jawa itu hanya meringis.

Seseorang berdiri tak jauh darinya ketika kereta berhenti di Klaten. Seorang lelaki mendampinginya. Iqbal terhenyak. Begitu pula beberapa penumpang lain. Tampak kaget karena kehadiran wanita yang baru naik itu. Wanita….bercadar!

Pakaiannya hitam-hitam. Sepintas, Iqbal dapat menangkap kilatan cahaya matanya. Iqbal seperti pernah mengenalnya. Dan wanita itu pun mendadak menundukkan kepalanya. Iqbal berdiri demi bisa melihat wanita itu lebih dekat. Sebab jika ia tetap duduk di sebelahnya, yang tampak hanya kain hitam sepenuhnya.

Iqbal terperangah. Ia tiba-tiba yakin bahwa yang kini ada di hadapannya adalah orang yang sedang dicari-carinya. Ar!

Namun keyakinan itu terbentur cadar yang menutupi wajah wanita itu. Ia ingin menyapanya, tapi kebaranian tiba-tiba menyerangnya. Akhirnya selama perjalanan itu, ia hanya berdiri, sedang wanita bercadar itu terus menunduk.

“Cantik sekali wanita ini… Meski tertutup oleh cadar gelap. Namun tak ada yang dapat dibohongi kalau wanita itu sangat cantik. Terbukti dari kilatan cahaya matanya walau sesaat” gumam Iqbal.

Kereta berhenti di Balapan. Iqbal turun, demikian pula wanita bercadar itu. Iqbal mengejarnya, entah karena apa. Ia hanya ingin melihat siapa wajah yang tersmbunyi di baliknya. Firasatnya kuat mengatakan, bahwa Ar adalah pemilik wajah itu.

Iqbal mengejar. Kakinya berlari di peron, di mana para pedagang berderet di sana.

“Ar!” refleks bibirnya bergetar.

Sekilas, wanita itu menoleh, menambah keyakinan Iqbal kalau wanita itu memang Ar. Namun karena dia terus berjalan, Iqbal agak kecewa. Lagipula bagaimana mungkin Ar pakai cadar? Pakai kerudung saja tidak. Iqbal semakin kecewa. Wanita itu langsung naik angkot yang lewat di jalan.

Pencariannya terasa sia-sia.

Namun Iqbal terus berjalan. Menyusuri jalan raya di kota Solo. Iqbal lelah, sebab ia merasa wanita itulah yang dicarinya. Ar! Ya, Ar itulah ia!

Hanya hembusan angin pagi yang menjawab…

hijab1


Responses

  1. xixixixi…siapakah yang mampu menggoda mukminah seperti itu?
    anggun, indah, tapi tak murahan
    ah begitu berharganya mukminah yang bercadar :)

  2. :)
    maksudnya apa Pid?? :P

  3. Hmmph.. jd penasaran seperti apa wanita bercadar itu..
    kok gakada fotonya ato apa gitu hiks..

  4. gambarnya ada dink!!
    yg realnya gak ada..

  5. ga ada maksud :-P

  6. bener gak ada maksud? ya sudah…:)

  7. Baguss,….!!!
    tapi ini cocok buat cerita novel aja
    kurang cocok klo jadi cerpen,….

    hihhihi,…
    cuman saran lho Yuni,…!!

  8. Iya, rencananya mau dibikin novel. Tunggu ajah kelanjutannyaaaa :D

  9. Jadi ingat teman cowok saya yg naksir temen cewek saya yg pake cadar. Kata si cowok dia yakin tuh cewek cakep. Tanya saya ‘Tau darimana?’ Kata si cowok lagi, ‘Dari matanya.’ Lanjut saya, ‘Huu…sok tau!’ Soalnya banyak cowok yang emang sok tau kayak gini hueqeqeqeqe…:P

  10. sy setuju klw di buat novel, tapi jgn seperti novel ayt2 CINTA sy tidak setuju,,,,,n hrs sesuai dengan syar’i. tapi ingt andaikan novel topik utamanya wanita bercadar jgn mengandung yg berbau tabaruj…..pacaran, berkholwat, atau yg merusak nilai2 syar’i…..ok
    hamba Alloh dari Lampung

  11. pesan buat yg punya blog ni…..
    setelah melihat lenih jauh dari blog ni….ada rasa kecewa ma blog …yaitu…kok ada suara musik2 gitu,sdangkan dilarang loh dalam islam (haram) ok ….(syaiful qalby asyahadah)

  12. Ayat2 Cinta?
    rasanya saya tidak berpikir ke arah sana…
    terima kasih atas masukannyaaa…

    kalau tentang musik, wallahu a’lam saya tidak tahu tentang keberadaannya di blog ini…

    kalaupun ada, tentu ini masalah khilafiyah, ada perbedaan pendapat…
    ada yang mengharamkan, ada yang memubahkan dengan syarat2 tertentu selama tidak berbau syahwat, tabarruj dll….

    wallahu a’lam

  13. hm…. begitukah???
    sungguh lebih baik ditusuk besi yang tajam bagi lelaki daripada dia memandang mata wanita dengan syahwat karena kekagumannya

  14. Hmmm……ceritanya sudah bisa memberikan nilai-nilai islami, Tp kalo’ D sono ade muatan yang lainnya Gk Sekedar agama doanx kyk’a lbh bgs tuh.
    Toek Cdr’a ana msh bingung Nieh…. A’fwn Klo Bsa ukhti lbh ngejelasin, CZ hal ini AdL Msih Furu’ And pR ulama JG berbeda pndpt, Tp Klo’ukhti Gk bisa, Ana Gk maksa koq!!!!!!!

  15. ini crita nyata ato cerpen buatan ya,, bagus..

  16. Ini hanya cerpen….

  17. Bercadar???mantap tu..apa lg smbil minum kopi..
    Eh td aku makan indomie lho..enak banget..ntar cobain dech..mrek nya mie sedap..

  18. ak pingin pny istri yang paham akan agama dan berbusana sempurna bercadar

  19. Assalamu’alaykum

    maaf boleh bertanya, apakah bercadar itu wajib?? ataukah hanya bagi istri-istri nabi??

    terima kasih

    wassalamu’alaykum

  20. tentang cadar, sepanjang yang saya tahu,,, hukumnya wajib bagi para istri Nabi. sedangkan bagi muslimah lainnya hukumnya mubah. memang ini banyak perbedaan pendapat (khilafiyah)

  21. oh begitu..
    iya saya juga masih sedikit bingung..

    terima kasih jawabannya

  22. asslm. bagus bener ni cerpen, ngomong2 ukti pake cadar jg pagak neh? hati2lho… “sangat besar kebencian d sisi Allah, apabila kamu mengatakan apa2 yang tidak kamu perbuat.
    ….aduh senengnya punya istri yang sholeha……..palagi pake cadar…..bisa cinta mati tuh!!!

  23. wah gimana nih lanjutanx, ko g da akhirx, ane jd pnasaran. critax ngambang mba

  24. Assalamualaykum, punten, mau ambil gambarnya ya.
    Jazakallah

  25. adeku bercadar….
    dia pejuang agama…
    aku salut dengan dia…
    aku ingin jadikan keluargaku keluarga yang penuh nuansa sunnah….
    doakan yah……

  26. Bismillah ,Bagi yg mau tau hukum cadar<silahkan buka Al Qur'an lengkap dengan TAFSIRNYA ,baca pelan 2 dan pahami betul 2 maknanya :QS Al ahzab (33) ayat 33 ,59 ; QS An Nur (24) ayat 30 ,31 jg hadis bukhori dan muslim , terus terakhir buka QS Al An'aam (6) ayat 32,Qs An Nisaa'(4)ayat 65,80,115 . . .karena setelah Saya pahami ini Subhanallah ,Hati Saya mantap melangkah guna berhijab

  27. asslmkum,wr.wb
    alhmdllah,,
    aqu adlh orang bercadar wlwpun aqu d.sebut org aneh stlah aqu bercadar
    tpi wlwpun bgitu aku sllu mncoba memprtahankan cadar
    n’ insya alloh aq akn tetap mmakai cadar hingga
    aq menikah_
    n’ qu akn aqu mmperlihatkan wjah qu hanya untk pmimpin qu yqitu suqmi qu wlwpun aq tak tau siapa calon suami qu_

  28. salam kenal dari ana….alhamdulillah ana mempunyai suami yang mendukung ana memakai cadar.karena itu lebih utama, bagi wanita yang memakai cadar, memangsih dulu sebelum ana menikah belum memakai cadar, setelah ada orang-laki-yang matanya jelalatan dan menggoda ana, ana langsung tersentak mungkinkah ini yang di namakan Fitnah para wanita? maka dari itu ana langsung mekakai cadar pada hari berikutnya….memang banyak orang yang memandangku bagaikan hantu,gulungan kain, ninja dll…tapi ana punya prinsip…..semua ini ku lakukan demi Alloh, dan untuk suami ana, ana ndak mau wajahku dapat di nikmati atau di pandang ma orang lain(laki-laki bukan mahram). namun prinsip ku adalah biarkan orang mencaci, biarkan orang akan membenci, asalkan Satu yang tak membecni yaitu Alloh Azawajalla.
    bagi yang ingin memberikan goresan tentang diri ana…silahkan kirim ke E-mail ana. simensm@ymail.com

  29. subhanallah memang yaaa wanita sholehah itu kelihatan canti anggun meskipun kita tidak bisa melihat wajahnya…
    karena kecantikan dilihat dari tingkah lakunya dan budi pekerti nya bukan wajahnya…. meskipun dia cantik tapi klo ga’ pake jilbab sama aja boong…

  30. yup! setuju banget

  31. Assalmau’alaikum….

    semoga q bisa menyusul menjadi wanita yang memakai cadar

  32. Aq jg wanita bercadar,alhamdulillah,suamiku yg menyuruhku,sebelum menikah,cadarku lepas pasang krn fakultasku waktu kuliah di jgja gk membolehkanku pake cadar.Jd klo k kampus srg kubuka,dan aq srg dilihat tman2ku yg laki2,pertama jg risih krn koq diliatin mulu,trs tmanku ngingatin,kt dia mngkin krn aq msh kturunan india,jd klo jalan pke hitam2 dikira org asli timur tengah,xixixi..Sampe dosen2 di klas ikut gangguin+heran klo liat aq.Akhirnya,alhamdulillah skrg,aq berjodoh dgn lelaki yg insyaALLAH shalih.

  33. bercadar atau tidak bercadar biasa aja tuh….
    nothing special…..
    klo laki-laki diliat ma perempuan bukan muhrim biar adil laki-lakinya juga mesti bercadar dong…
    hehehhhe
    1-1 deh…siiiiiip

  34. Aku pingin punya istri yg bercadar..Insya Allah..
    insan7557@yahoo.com

  35. cerpen yang bagus . . . .
    muda2an ada kelanjutannya .

  36. ada kok ukhti, malah mau ana bikin novel, tapi rencana ini insya Allah setelah skripsi ana beres. hehe

  37. Smga aq bisa mendapat istri y6 memakai cadar,,,,,,Amien.

  38. insyaAllah,,,,aq akan selalu setia padanya,,

  39. andai mash ada apakah mau ukhti”muslimah y6 bercadar mo menikah dngn aq ini,,,,y6 bodoh lg tumpul ilmu ini,,,,,

  40. artikelnya bagus, ditunggu kelanjutannya..
    alhamdulillah ana juga sdh brcadar, awalnya berat. banyak cemoohan, celaan, diasingkan orang, tapi jika diniatkan krna Alloh, insyaAlloh berpahala. Hukum cadar mmg ada perselisihan dr para ulama, syaikh al-albani (ahli hadits abad ini) mengatakan cadar tidak wajib, tetapi afdhol (lebih utama) dipakai, hukumnya sunnah. wallohu a’lam.
    bisa dibaca di

    http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-memakai-cadar-dalam-pandangan-4-madzhab.html

    barokallohu fiikum.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: